Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

Kulkas tanpa Refrigen

Diposting oleh Regian Siagian di 08.59 0 komentar

TUHAN telah melebihkan manusia dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain dengan memberikan manusia akal pikiran. Dengan akalnya, manusia mampu menaklukkan alam untuk memenuhi kebutuhannya. Dan dengan akalnya pula manusia dapat merekayasa proses yang terjadi secara alamiah untuk kepentingannya. Salah satunya adalah rekayasa manusia terhadap hukum alam perpindahan kalor (heat transfer).
Secara alamiah, kalor akan berpindah dari daerah yang temperaturnya lebih tinggi ke daerah yang temperaturnya lebih rendah. Namun manusia dengan segala kemampuan akalnya dapat membalik hukum alam ini. Manusia membuat suatu alat yang mampu memindahkan kalor dari daerah bertemperatur lebih rendah ke daerah bertemperatur lebih tinggi, yaitu refrigerator atau masyarakat luas lebih mengenalnya dengan nama kulkas.
Refrigerator atau kulkas saat ini banyak dipasarkan dalam berbagai merek. Kulkas banyak dipakai sebagai perangkat elektronik kebutuhan rumah tangga untuk mengawetkan makanan, mendinginkan minuman, membuat es, dan keperluan-keperluan lainnya. Prinsip kerja refrigerator sebenarnya sangat sederhana, yaitu memindahkan kalor dari ruang yang akan didinginkan ke ruang lain. Pada refrigerator yang saat ini banyak dipakai di rumah, pemindahan kalor ini dilakukan refrigeran yaitu zat cair (fluida) yang dialirkan pada refrigerator. Zat cair ini akan menyerap kalor ketika melalui bagian ruang yang didinginkan, kemudian melepaskannya di tempat lain.
Setelah melepaskan kalor, refrigeran akan kembali untuk menyerap lagi kalor dari ruang yang didinginkan, serta melepaskannya kembali di tempat lain. Begitulah seterusnya, sehingga membentuk sebuah siklus yang dalam istilah termodinamika dikenal dengan nama siklus refrigerasi.
Namun penggunaan refrigeran terutama yang mengandung klor (Cl) seperti freon atau CFC (Chlorofluorocarbon), ternyata tidak ramah lingkungan. Zat-zat tadi dapat merusak lapisan ozon di atmosfer bumi, dan berdampak terhadap pemanasan global. Lalu dapatkah refrigeran ini digantikan atau membuat refrigerator atau kulkas tanpa memakai refrigeran? Ya, sangat mungkin untuk membuat sistem refrigerasi dengan langsung memanfaatkan energi listrik tanpa harus memakai refrigeran, yaitu dengan cara membuat refrigerator termoelektrik.


TERMOELEKTRIK merupakan sebuah fenomena di mana terjadi perubahan sifat-sifat termodinamika menjadi sifat-sifat elektrik dan sebaliknya. Dua buah batang dari bahan logam yang berbeda disambungkan kedua ujungnya sehingga membentuk sebuah rangkaian tertutup. Lalu ketika salah satu ujung dipanaskan maka sesuatu yang menarik akan terjadi yaitu pada rangkaian tertutup tersebut akan mengalir arus,Fenomena ini dinamakan efek Seebeck, karena ditemukan Thomas Seebeck pada tahun 1821.
Begitu pula bila dilakukan hal yang kebalikannya, yaitu pada rangkaian tertutup dari dua batang logam berbeda bahan yang disambungkan tersebut dialirkan arus listrik. Maka pada salah satu ujung sambungan akan menyerap kalor, sehingga menjadi hangat dan pada ujung sambungan lainnya akan melepaskan kalor,Fenomena ini ditemukan Jean Charles Athanase Peltier pada tahun 1834, sehingga kemudian dinamakan efek Peltier.
Efek Peltier inilah yang menjadi dasar bagi refrigerator termoelektrik. Dengan menempatkan ujung dari sambungan yang menyerap kalor pada ruang yang akan didinginkan, maka ruang tersebut lama-kelamaan akan menjadi dingin akibat kalornya dipindahkan ke tempat lain hanya menggunakan energi elektrik tanpa melibatkan refrigeran apapun.
Salah satu rangkaian refrigerator termoelektrik dengan menggunakan bahan semikonduktor,Penggunaan bahan semikonduktor tipe-p dan tipe-n adalah untuk memperluas permukaan dari tempat penyerapan dan pelepasan kalor. Kalor diserap dari ruang yang didinginkan sebesar QL dan dilepaskan ke ruang lain yang lebih hangat sebesar QH. Selisih dari dua besaran ini merupakan energi elektrik yang harus disediakan pada rangkaian yaitu sebesar We = QH - QL.
Salah satu kelebihan lain dari refrigerator atau kulkas jenis ini adalah selain ramah lingkungan, juga tidak berisik dan dapat dibuat dalam ukuran yang kecil.

Selengkapnya...

Bumi Makin Panas

Diposting oleh Regian Siagian di 08.55 0 komentar

Sejak revolusi industri tahun 1870-an, kegiatan manusia yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak, gas dan batubara) terus meningkat. Kegiatan seperti pembangkitan tenaga listrik, kegiatan industri, penggunaan alat-alat elektronik, dan penggunaan kendaraan bermotor pada akhirnya akan melepaskan sejumlah emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
Hal ini berakibat pada meningkatnya jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer yang kemudian menyebabkan meningkatnya panas matahari yang terperangkap di atmosfer. Peristiwa ini pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu di permukaan bumi, yang umum disebut pemanasan global.
Pemanasan global kemudian pada prosesnya menyebabkan terjadinya perubahan seperti meningkatnya suhu air laut, yang menyebabkan meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara. Perubahan-perubahan ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim.
Berdasarkan penelitian para ahli, perubahan iklim diketahui akan menimbulkan dampak-dampak yang merugikan bagi kehidupan umat manusia. Kekeringan, gagal panen, krisis pangan dan air bersih, hujan badai, banjir dan tanah longsor, serta wabah penyakit tropis merupakan beberapa dampak akibat perubahan iklim.Oleh karena itu, demi kelangsungan hidup manusia kita harus segera berupaya mengurangi kegiatan yang mengeluarkan emisi gas rumah kaca guna menghambat laju terjadinya perubahan iklim.


Catatan :
Jika dianggap bumi sebagai suatu system, maka gas-gas ini sebagai dinding adiabatis, karena panas/kalor yang diserap system dari lingkungan tidak dapat dilepaskan lagi kelingkungan dan tidak akan terbentuk siklus kalor. Akibatnya pada system terjadi pemanasan global.
Pemanasan global kemudian pada prosesnya menyebabkan terjadinya perubahan seperti meningkatnya suhu air laut, yang menyebabkan meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara. Perubahan-perubahan ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim.

http://campaign.pelangi.or.id/?show=pages&detail=1&cid=1&pages_id=86

Selengkapnya...

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS LAUT

Diposting oleh Regian Siagian di 08.47 0 komentar

Tenaga merupakan suatu unsur penunjang yang sangat penting bagi pengembangan secara menyeluruh suatu bangsa. Pemanfaatan secara tepat guna akan merangsang pertumbuhan perekonomian negara. Sehingga tidak heran apabila masa sekarang ini permintaan akan pembangkit tenaga semakin meningkat di negara-negara seluruh dunia.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa, ditinjau dari segi kebutuhan tenaga, hampir dapat dipastikan semua negara di dunia benar-benar sedang mengalami “ krisis energi “ dan berbagai usaha dilakukan untuk mengantisipasi serta mencari berbagai alternatif pembangkit energi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Tenaga listrik memegang peranan penting dalam pengembangan ekonomi dan pembangunan suatu bangsa karena kebutuhan tenaga listrik suatu bangsa pada umumnya akan naik, dengan laju pertumbuhan berkisar 3 – 20 % pertahun, terutama tergantung pada pertumbuhan ekonomi dan laju perkembangan industri suatu negara. Hal ini berpengaruh terhadap penyediaan energi listrik.
Semakin jelas bahwa harus ada suatu gagasan baru mengenai sumber-sumber penghasil energi dan rumusan program-program pelaksanaan dengan efisiensi yang maksimal. Penyediaan tenaga listrik bagi keperluan sektoral sampai saat ini dibangkitkan dengan bahan baker minyak. Investasi pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak sangat mahal, sehingga hal ini membuka kesempatan bagi upaya diversifikasi, dengan pemakaian minyak pada sektoral dapat digantikan dengan pemakaian tenaga listrik yang dibangkitkan oleh energi non minyak.
Dewasa ini tenaga panas uap merupakan sumber alternatif pemakaian energi di dalam negeri. Penggunaannya terus meningkat, sedang jumlah persediaan terbatas. Oleh karena itu perlu diambil langkah-langkah penghematan minyak bumi (bahan bakar fosil) di satu pihak dan di pihak lain pengembangan-pengembangan sumber energi lainnya, seperti PLT-PL (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Laut).


Prinsip Kerja
Pada teknologi konversi energi panas laut atau KEPL (Ocean Thermal Energy Conversion, OTEC), siklus Rankine digunakan untuk menarik arus-arus energi termal yang memiliki sekurang-kurangnya selisih suhu sebesar 20oC. Pada saat ini terdapat dua siklus daya alternatif yang dikembangkan, yaitu siklus Claude terbuka dan siklus tertutup. Siklus terbuka dengan mendidihkan air laut yang beroperasi pada tekanan rendah, menghasilkan uap air panas yang melewati turbin penggerak/generator. Siklus tertutup menggunakan panas permukaan laut untuk menguapkan fluida pengerak dengan Amonia atau Freon.
Uap panas menggerakan turbin, kemudian turbin berkerja menghidupkan generator untuk menghasilkan listrik. Prosesnya, air laut yang hangat dipompa melewati tempat pengubah dimana fluida pemanas tekanan rendah diuapkan hingga menjalankan turbo-generator. Air dingin dari dalam laut dipompa melewati pengubah kedua mengubah uap menjadi cair kemudian dialiri kembali dalam sistem. Dalam siklus Claude terbuka, air laut digunakan sebagai medium kerja maupun sebagai sumber energi. Air hangat yang berasal dari permukaan laut diuapkan dalam suatu alat penguap (flash evaporator) dan menghasilkan uap air dengan tekanan yang sangat rendah, lk 0,02 hingga 0,03 bar dan suhu kira-kira 20oC.
Uap itu memutar sebuah turbin uap yang merupakan penggerak mula bagi generator yang menghasilkan energi listrik. Karena tekanan uap itu rendah sekali maka ukuran-ukuran turbin menjadi sangat besar. Setelah melewati turbin, uap yang sudah dimanfaatkan dialirkan ke sebuah kondensor yang menghasilkan air tawar. Kondensor didinginkan oleh air laut yang berasal dari lapisan bawah permukaan laut. Dengan demikian, metode dengan siklus Claude ini menghasilkan energi listrik maupun air tawar. Masalah dengan metode ini adalah bahwa ukuran-ukuran turbin menjadi sangat besar oleh karena tekanan uap yang begitu rendah. Sebagai contoh, sebuah modul sebesar 10 MW yang terdiri atas penguap, turbin dan kondensor, akan memerlukan ukuran garis tengah dan panjang 100 meter.
Pada metode kedua, yaitu dengan siklus tertutup, merupakan metode yang lebih disukai dan digunakan pada banyak proyek percobaan. Air permukaan yang hangat dipompa ke sebuah penukar panas atau evaporator, dimana energi panas dilepaskan kepada suatu medium kerja, misalnya amonia. Amonia cair itu akan berubah menjadi gas dengan tekanan kira-kira 8,7 bar dan suhu lk 21oC. Turbin berputar menggerakkkan generator listrik yang menghasilkan energi listrik. Gas amonia akan meninggalkan turbin pada tekanan kira-kira 5,1 bar dan suku lk 11oC dan kemudian di bawa ke kondensor.
Pendinginan pada kondensor mengakibatkan gas amonia itu kembali menjadi bentuk benda cair. Perbedaan suhu dalam rangkaian perputaran ammonia adalah 10oC sehingga rendemen Carnot akan menjadi : ηC = T2 - T1 = 3,4 % T2. Rendemen ini merupakan efisiensi termodinamika yang baik sekali, namun di dalam praktek rendemen yang sebenarnya akan terjadi lebih rendah, yaitu sekitar 2-2,5 %.
Pada rancangan-rancangan terkini suatu arus air sebesar 3-5 m3/s baik pada sisi air hangat maupun pada sisi air dingin, diperlukan untuk menghasilkan daya sebesar 1 MW pada generator. Selain amonia (NH3), juga Fron-R-22 (CHClF2) dan Propan (C3H6) memiliki titik didih yang sangat rendah, yaitu antara -30oC sampai - 50oC pada tekanan atmosfer dan + 30oC pada tekanan antara 10 dan 12,5 Kg/cm2. Gas-gas inilah yang prosfektif untuk dimanfaatkan sebagai medium kerja pada konversi energi panas laut.
Selengkapnya...

Turbin Uap

Diposting oleh Regian Siagian di 08.39 0 komentar

Pada dasarnya prinsip kerja turbin uap sama dengan mesin uap tipe bolak balik. Bedanya mesin uap tipe bolak balik menggunakan piston, sedangkan turbin uap menggunakan turbin. Pada mesin uap tipe bolak balik, kalor diubah terlebih dahulu menjadi energi kinetik translasi piston. Setelah itu energi kinetik translasi piston diubah menjadi energi kinetik rotasi roda pemutar. Nah, pada turbin uap, kalor langsung diubah menjadi energi kinetik rotasi turbin.
Turbin bisa berputar akibat adanya perbedaan tekanan. Suhu uap sebelah atas bilah jauh lebih besar daripada suhu uap sebelah bawah bilah (bilah tuh lempeng tipis yang ada di tengah turbin). Ingat ya, suhu berbading lurus dengan tekanan. Karena suhu uap pada sebelah atas bilah lebih besar dari suhu uap pada sebelah bawah bilah maka tekanan uap pada sebelah atas bilah lebih besar daripada tekanan uap pada sebelah bawah bilah. Adanya perbedaan tekanan menyebabkan si uap mendorong bilah ke bawah sehingga turbin berputar.

Perlu diketahui bahwa prinsip kerja mesin uap didasarkan pada diagram perpindahan energi yang telah dijelaskan di atas. Dalam hal ini, energi mekanik bisa dihasilkan apabila kita membiarkan kalor mengalir dari benda atau tempat bersuhu tinggi menuju benda atau tempat bersuhu rendah. Dengan demikian, perbedaan suhu sangat diperlukan pada mesin uap.
Btw, apabila dirimu perhatikan cara kerja mesin uap tipe bolak balik, tampak bahwa piston tetap bisa bergerak ke kanan dan ke kiri walaupun tidak ada perbedaan suhu (tidak ada kondensor dan pompa). Piston bisa bergerak ke kanan akibat adanya pemuaian uap bersuhu tinggi atau uap bertekanan tinggi. Dalam hal ini, sebagian kalor pada uap berubah menjadi energi kinetik translasi piston. Energi kinetik translasi piston kemudian berubah menjadi energi kinetik rotasi roda pemutar. Setelah melakukan setengah putaran, roda akan menekan piston kembali ke kiri. Ketika roda menekan piston kembali ke kiri, energi kinetik rotasi roda berubah lagi menjadi energi kinetik translasi piston. Ketika piston bergerak ke kiri, piston mendorong uap yang ada dalam silinder.



Pada saat yang sama, katup pembuangan terbuka. Dengan demikian, uap yang didorong piston tadi akan mendorong temannya ada di sebelah bawah katup pembuangan. Nah, apabila suhu uap yang berada di sebelah bawah katup pembuangan = suhu uap yang didorong piston, maka semua energi kinetik translasi piston akan berubah lagi menjadi energi dalam uap. Energi dalam berbanding lurus dengan suhu. Kalau energi dalam uap bertambah maka suhu uap meningkat. Suhu berbanding lurus dengan tekanan. Kalau suhu uap meningkat maka tekanan uap juga meningkat. Dengan demikian, tekanan uap yang dibuang melalui katup pembuangan = tekanan uap yang masuk melalui katup masukan. Piston akan tetap bergerak ke kanan dan ke kiri seterusnya tetapi tidak akan ada energi kinetik total yang bisa dimanfaatkan (tidak ada kerja total yang dihasilkan). Jadi energi kinetik yang diterima oleh piston selama proses pemuaian (piston bergerak ke kanan) akan dikembalikan lagi kepada uap selama proses penekanan (piston bergerak ke kiri). Pahami perlahan-lahan ya…
Dari penjelasan panjang lebar dan bertele-tele sebelumnya, kita bisa menyimpulkan bahwa perbedaan suhu dalam mesin uap tetap diperlukan. Perbedaan suhu dalam mesin uap bisa diperoleh dengan memanfaatkan kondensor. Ketika suhu dan tekanan uap yang berada di sebelah bawah katup pembuangan jauh lebih kecil dari pada suhu dan tekanan uap yang berada di dalam silinder, maka ketika si piston bergerak kembali ke kiri, besarnya tekanan (P = F/A) yang dilakukan piston terhadap uap jauh lebih kecil daripada besarnya tekanan yang diberikan uap kepada piston ketika si piston bergerak ke kanan.
Dengan kata lain, besarnya usaha alias kerja yang dilakukan piston terhadap uap jauh lebih kecil daripada besarnya kerja yang dilakukan uap terhadap piston (W = Fs). Jadi hanya sebagian kecil energi kinetik piston yang dikembalikan lagi pada uap. Dengan demikian akan ada energi kinetik total atau kerja total yang dihasilkan. Energi kinetik total ini yang dipakai untuk menggerakan sesuatu (membangkitkan listrik dkk…) Pembangkitan energi listrik akan dibahas secara mendalam pada pokok bahasan listrik dan magnet.

Selengkapnya...

Kamis, 05 Mei 2011

The most Interesting Places for Visit and Take photos in Universitas Riau

Diposting oleh Regian Siagian di 06.57 0 komentar

Sebenarnya ada banyak tempat yang unik dan menarik yang bisa kita jadiin objek photo yang ada di Universitas Riau. Kali ini kita akan bahas 3 teratas dulu. Bagi kamu semua yang hobi photografi mungkin tempat-tempat ini bisa dijadikan referensi berikutnya, OK siap ? ? Check it out !!

Pertama : “ Butterfly Bridge“ (alias jembatan kupu-kupu)

Awalnya, jembatan butterfly ini bukan jembatan kupu-kupu pertama yang ada. Sebelumnya ada Bedford Butterfly Bridge pemenang kontes kompetisi untuk jembatan pejalan kaki di atas Sungai Ouse di Bedford yang diadakan oleh Bedford Borough Council pada tahun 1996.



Bedford Butterfly Bridge di Bedford, Inggris




Butterfly Bridge di Universitas Riau, Pekanbaru


Kembali lagi ke “ Butterfly Bridge“ yang didirikan oleh Universitas Riau yang berada di kota Pekanbaru ini “tidak kalah” menariknya dengan Bedford Butterfly Bridge yang ada di Inggris tersebut. Dari kontruksi yang hampir sama dengan Bedford Butterfly Bridge , “ Butterfly Bridge“ di Universitas Riau ini pantas dijadikan the number one of most interesting place for take photos yang ada di Universitas Riau.


Selanjutnya : “Saung-saung Etnik” (multi fungsi)



Dilihat dari kontruksi yang ramah lingkungan, saung-saung ini memberikan warna tersendiri bagi tempat-tempat yang menarik untuk dijadikan objek photo. Dari atap yang terbuat dari daun rumbia, dan dinding-dindingnya terbuat dari kayu, membuat bangunan unik dan mungil ini sangat banyak dikunjungi oleh kalangan mahasiswa, dari hanya untuk bersantai ria sambil ngobrol, sebagai objek photo, sampai banyak juga yang mengadakan rapat dadakan di saung-saung ini. Saung-saung Etnik ini difasilitasi juga dengan mushola dan kamar kecil / toilet. Nah, yang tertarik dengan pondokan mungil dan multifungsi ini silahkan berkunjung.



Yang terakhir : “Jembatan Merah”


Jembatan Merah ini didirikan jauh sebelum pendirian Jembatan Kupu-kupu. Tapi Jembatan ini tidak kalah menariknya dengan Jembatan Kupu-kupu tadi, karena memiliki keunikan tersendiri. Kenapa di sebut dengan Jembatan Merah ??? << hmmm, saya si juga gak tahu pasti, mungkin karena memang kontruski jembatan nya berwarna merah ya >>. Jembatan Merah ini bisa menjadi referensi lain untuk dijadikan objek photo kamu yang memang hobi photografi, lagi kebingungan mencari objek photo yang unik dan menarik, serta terjangkau.


Editor : Wenny Eka Pratiwi
Photografer : Regina Siagian

Selengkapnya...

Selasa, 03 Mei 2011

SMA NEGERI OLAHRAGA JUARAI LIGA PENDIDIKAN INDONESIA WILAYAH PEKANBARU

Diposting oleh Regian Siagian di 07.09 0 komentar



Liga Pendidikan Indonesia (LPI) wilayah Pekanbaru dilaksanakan pada pertengahan Maret 2011 hingga tanggal 17 April 2011. Pembukaan kegiatan LPI dilakukan di Lapangan Pancasila, Pekanbaru dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Pekanbaru. LPI diikuti oleh hampir seluruh Sekolah Menengah Atas yang ada di Pekanbaru, baik SMA Negeri maupun SMA Swasta. Dan seluruh peserta LPI mengikuti upacara pembukaan LPI tersebut tanpa terkecuali. Pada Liga ini, seluruh sekolah di bagi dalam 8 group, dimana pada setiap group terdiri dari 5 sekolah.
Sekolah yang dilatih oleh Sipendri dan Askuri, sangat optimis untuk menjadi juara di LPI yang ke -2 ini, karena pada LPI sebelum na SMAN Olahraga hanya berada di peringkat 3. SMAN Olahraga mengutus 20 pemain untuk mengikuti Liga tersebut, mereka adalah : Adhy, Abidin, Sigit, M.Zikri, Ryan Damhadi, Firdaus, Febie Leonardo, Zul Fadhli, Chris Manuel, Jeffrey, Zulmardian Alfi, Beni Setiadi, Rizky Ardian, Rizky C.P.,Randy Permana, Arif, Arya, Dendi, Redo dan Angga dengan pembina cabang Olahraga sepak bola SMAN Olahraga yaitu Bpk. Indra Wahyudi.
SMA Negeri Olahraga berada di Group D, dimana sekolah yang termasuk kedalam group tersebut adalah SMAN Olahraga, SMAN 12, SMAN 3, SMK Mazmur, dan SMK 5. Sepanjang babak penyisihan, SMAN Olahraga mampu mengalahkan lawannya dalam 4 kali pertandingan. Dan berdasarkan hasil tersebut, SMAN Olahraga keluar sebagai juara group dan SMAN 12 sebagai runner up group. Dengan demikian, SMAN Olahraga melanjutkan perjuangan mereka ke babak berikutnya, untuk melawan juara 1 dan runner up dari masing-masing group.


Dibabak semifinal SMAN Olahraga bertemu dengan SMAN 9, mereka kembali bertemu setelah satu tahun berlalu, karena pada LPI sebelumnya kedua sekolah ini juga berduel dibabak semifinal dan di menangkan oleh SMAN 9 leawat adu pinalti. Namun pada babak semifinal LPI tahun 2011 ini, SMAN Olahraga berada di puncak, mereka memenangkan babak semifinal ini dengan 3 gol tanpa balas dari SMAN 9. Hal ini membuktikan latihan yang keras mampu memberikan hasil yang terbaik. Dengan berhasilnya mengalahkan SMAN 9, membuat SMAN Olahraga semakin optimis untuk menjadi juara di LPI ini.
Pada babak Final yang dilaksanakan pada tgl 17 April, SMAN Olahraga bertemu dengan SMAN 12, yang mana pada babak sebelumnya SMAN 12 menang melawan SMAN 5. Babak final berjalan dengan sangat sengit, masing-masing sekolah menunujukan kemampuan dan kerjasama tim yang terbaik. Pada babak pertama, SMAN Olahraga ketinggalan 1 gol dari SMAN 12, namun ketinggalan 1 gol tidak membuat pemain SMAN Olahraga pesimis bahkan sebaliknya, SMAN Olahraga semakin genjar melakukan perlawanan, hingga akhirnya SMAN Olahraga memenangkan babak final dengan hasil akhir 2-1 untuk SMAN Olahraga. Hasil ini menunjukkan bahwa SMAN Olahraga adalah sekolah yang terbaik dalam cabang sepak bola. Dengan berhasilnya SMAN Olahraga menjuarai Liga Pendidikan Indonesia, maka sekolah tersebut akan melanjutkan perjuangan mereka ke tahap berikutnya hingga sampai ke tingkat Nasional.
SELAMAT UNTUK SMAN OLAHRAGA,,TERUS BERJUANG MENJADI NOMOR SATU!!!!

Selengkapnya...

Senin, 02 Mei 2011

Baterai Tenaga Nuklir, Tahan 12 Tahun

Diposting oleh Regian Siagian di 07.03 1 komentar

Para peneliti telah mengembangkan jenis baterai baru yang bekerja dengan proses peluruhan radio aktif dari bahan-bahan nuklir dengan kekuatan 10 kali lipat daripada prototip serupa. Secara teori, baterai tersebut bisa bertahan sepuluh tahun bahkan lebih, tanpa harus diisi ulang.

Umur baterai yang panjang berpotensi untuk digunakan sebagai sumber energi pacemaker (organ buatan yang ditanam di dalam tubuh manusia), baterai pesawat luar angkasa, atau kapal selam.

Kemungkinan, Anda juga bakal melihat baterai bertenaga nuklir tersebut bekerja dengan sensor-sensor dan perkakas-perkakas rumah tangga dalam beberapa tahun ke depan. Khususnya untuk peralatan yang tidak membutuhkan daya besar.

Philippe Fauchet, insinyur elektro dari Universitas Rochester, mengatakan bahwa baterai nuklir bisa menyediakan energi hingga 12 tahun. Saat ini baterai tersebut tengah dirancang di Rochester. Sementara teknologinya di bawah lisensi BetaBatt Inc.



Teknologi yang dikembangkan disebut betavoltaik. Betavoltaik menggunakan wafer silikon untuk menangkap emisi elektron yang dihasilkan gas radioaktif, misalnya tritium. Cara kerjanya mirip pengubahan sinar matahari menjadi listrik dalam sel surya.

Sampai saat ini, betavoltaik belum mampu menghasilkan energi seefisien sel surya. Alasannya sederhana, ketika gas meluruh, elekronnya berpencar ke segala tempat sehingga banyak yang hilang.

"Selama 50 tahun, orang telah mempelajari cara mengubah peluruhan nuklir sederhana menjadi energi yang berguna, tetapi energi yang dihasilkan selalu rendah," kata Fauchet.

"Kami telah menemukan cara menyusun interaksi yang lebih efisien, dan kami berharap penemuan ini akan mendorong dibuatnya jenis baterai yang berumur tahunan," lanjutnya. Tim peneliti yang dipimpin Fauchet mengatur wafer silikon menjadi jalur tiga dimensi dengan menambahkan pit.

Permukaan wafer adalah tempat di mana elektron-elektron ditangkap dan diubah menjadi arus. Setiap pit lebarnya sekitar satu mikron. Tebalnya sekitar 40 mikron. Tritium sendiri adalah isotop radioaktif hidrogen. Jika dicampur dengan zat kimia yang dapat berpendar, bahan tersebut dapat digunakan untuk menerangi perkakas luas tanpa arus listrik. Biasanya digunakan di sekolah dan bangunan yang lain.

"Bahan tersebut aman dan dapat dimasukkan ke dalam tubuh," kata Fauchet. "Energi yang dipancarkan partikel tritium tidak keluar menembus kulit," lanjutnya. Tritium hanya memancarkan energi rendah yang dapat dilindungi oleh material tipis misalnya selembar kertas," kata Gadeken dari BetaBatt.

"Segel yang menutup BetaBattery akan mencegah emisi radioaktif keluar, seperti baterai biasa yang melindungi bahan kimia agar tidak mencemari lingkungan," katanya. Proses pembuatan baterai nuklir seperti pada industri semikonduktor, sehingga tidak ada terobosan dari sisi teknologi yang dibutuhkan untuk membuat baterai. Namun, jangan berharap baterai ini hadir dalam dua tahun mendatang. Fauchet dan timnya masih bekerja untuk memperbaiki proses produksinya, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi baterai.

"Jika hasil penelitian sukses sesuai harapan kami, mungkin tidak lebih dari lima tahun teknologi tersebut siap dipakai," katanya. (LiveScience.com/Wah)

Sumber : Kompas

Selengkapnya...

Sabtu, 30 April 2011

INFORMASI IPA

Diposting oleh Regian Siagian di 01.50 0 komentar

Hhhhmmm,,ada beberapa informasi menarik ni yang bisa menambah pengetahuan kamu semua di bidang IPA khusus na Fisika.
Yuk,kita baca sama-sama:
  1. Para penerjun payung berada dalam keseimbangan pada saat berada diudara, karena adanya dua gaya yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan. Gaya gravitasi menyebabkan mereka turun dengan kecepatan yang semakin bertambah, tetapi gaya ini diimbangi oleh gaya gesek udara yang melambatkan laju turun mereka. Dengan demikian, para penerjun itu jatuh dengan kecepatan yang konstan. 
  2. Tanpa adanya gaya gesek, tidak akan ada orangyang dapat menaii sepeda, apalagi untuk mengendarainya. Justru gaya gesek antara ban sepeda dan jalan itulah yang menyebabkansepeda tidak terpeleset ke belakang ketika menaiki jalan terjal.
  3. Matahari adalah pemasok hampir seluruh energi dibumi ini. Energi matahri menempuh jarak ruang angkasa sejauh 149.600 juta kilometer (93juta mil) menuju bumi sebagai radiasi elektromagnetik, yaitu suatu bentuk energi yang meliputi cahaya, sinar-X, dan Gelombang radio.
  4. Tekanan di dalam zat cair bergantung pada kedalamannya, semakin dalam maka semakin besar tekanannya. Helm penyelam dari abad ke -19 dibuat dari bahan yang tebal dan kuat agar penyelam dapat tahan terhadap tekanan yang besar. Tekanan juga bergantung pada kepekaan zat cairnya. Misalnya, raksa menekan lebih kuat daripada air karena lebih pekat daripada air.
  5. Pada 1654, Otto Von Guerike, Walikota Magdeburg, Jerman membuat demonstrasi yang menakjubkan mengenai tekanan udara. Ia membuat dua mangkuk tembaga besar yang jika ditelungkupkan satu sama lain akan membentuk bola yang didalamnya kosong. Apabila udara didalam bola itu dipompa keluar, udara yang menekan permukaan luar bola tembaga itu membuat mangkuk saling tertangkap begitu berat sehingga tidak mungkin dipisahkan, dahkan dengan menggantungkan beban berat pada bagian bawah mangkuk sekalipun. Apabila udara dibiarkan masuk ke dalam bola sehingga tekanan udara didalamnya normal kembali, kedua mangku itu pun langsung saling terlepas dengan mudah.
  6.  Agar menjadi lebih tinggi, ayunan harus didorong pada permulaan setiap gerak ayunan. Frekuensi dorongan haruslah sebanding dengan frekuensi gerakan ayun. Memberikan dorongan dengan irama selain itu akan melambatkan gerakan ayunan itu,
  7. Pada ombak yang besar akan merambatkan energi yang besar pula. Para selancar menggunakan energi tersebut untuk mempercepat dan mengemudikan papan selancar.
  8. Ruang konser dirancang untuk meniadakan resonansi yang tidak dikehendaki. Di dalam ruangan ini, selain menggunakan bahan-bahan yang dapat meredam suara, bentuk-bentuk geometris digantungkan pada langit-langit untuk meredam gaung yang tidak dikehendaki.
Nah,,ada 8 informasi baru yang kita dapatkan. Semoga bisa menambah pengetahuan kita semua ya dan berguna dalam kehidupan kita,,
Yukkzz maarriii...
:)
Selengkapnya...

Kamis, 28 April 2011

TIMAH

Diposting oleh Regian Siagian di 07.36 0 komentar

Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn. Kata “Tin” diambila dari nama Dewa bangsa Etruscan “Tinia”. Nama latin dari timah adalah “Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa inggris bersinonim dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair.
Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Logam timah memiliki dua bentuk alotrop yaitu ?-Timah dan ?-Timah. ?-Timah biasa disebut sebagai timah abu-abu karena warnanya abu-abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, silicon, dan germanium. Alotrop  ?-Timah ada dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Diatas suhu ini timah ada dalam bentuk ?-Timah, timah jenis inilah yang kita lihat sehari-hari. Timah ini biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.
Timah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana jangkauan isotop ini mulai dari 112 hingga 126. Dari isotop-isotop tersebut yang paling banyak jumlahnya adalah isotop 120Sn dimana komposisinya mencapai 1/3 dari jumlah isotop Sn yang ada, 116Sn, dan 118Sn. Isotop yang paling sedikit jumlahnya adalah 115Sn. Unsur timah yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu 50 yang merupakan “magic number” dalam pita kestabilan fisika nuklir. Beberapa isotop bersifat radioaktif dan beberapa yang lain bersifat metastabil (dengan lambang m).  Berkut beberapa isotop Sn dan kelimpahannya di alam.
Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa timah memiliki nomor atom 50 dan nomor massa rata-rata adalah 118,71. Dengan nomor atom tersebut maka timah memiliki konfigurasi electron [Kr] 5s2 4d10 5p2. Dalam sistem tabel periodic timah berada pada golongan utama IVA (atau golongan 14 untuk sistem periodic modern) dan periode 5 bersama dengan C, Si, Ge, dan Pb. Timah menunjukkan kesamaan sifat kimia dengan Ge dan Pb seperti pembentukan keadaan oksidasi +2 dan +4.
Sumber Sn di Bumi
Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi diperoleh dari senyawaannya. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau tinstone. Cassiterite merupakan mineral oksida dari timah SnO2, dengan kandungan timah berkisar 78%. Contoh lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat perhatian daripada cassiterite adalah kompleks mineral sulfide yaitu stanite (Cu2FeSnS4) merupakan mineral kompleks antara tembaga-besi-timah-belerang dan cylindrite (PbSn4FeSb2S14) merupakan mineral kompleks dari timbale-timah-besi-antimon-belerang dua contoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan mineral logam yang lain seperti perak.
Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi dimana timah memiliki kandungan 2 ppm jika dibandingkan dengan seng 75 ppm, tembaga 50 ppm, dan 14 ppm untuk timbal. Cassiterite banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut, sungai, atau danau. Alluvium terdiri dari berbagai macam mineral seperti pasir, tanah liat, dan batu-batuan kecil. Hampir 80% produksi timah diperoleh dari alluvial/alluvium atau istilahnya deposit sekunder. Diperkirakan untuk mendapatkan 1 Kg Cassiterite maka sekitar 7 samapi 8 ton biji timah/alluvial harus ditambang disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah.
Dibumi timah tersebar tidak merata akan tetapi terdapat dalam satu daerah geografi dimana sumber penting terdapat di Asia tenggara termasuk china, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari Peru, Afrika Selatan, UK, dan Zimbabwe.
Cassiterite
Cassiterite adalah mineral timah oksida dengan rumus SnO2. Berbentuk kristal dengan banyak permukaan mengkilap sehingga tampak seperti batu perhiasan. Kristal tipis Cassiterite tampak translusen. Cassiterite adalah sumber mineral untuk menghasilkan logam timah yang utama dan biasanya terdapat dialam di alluvial atau aluvium.
Stannite
Stannite adalah mineral sulfida dari tembaga, besi dan timah. Rumus kimianya adalah Cu2FeSnS4 dan merupakan salah satu mineral yang dipakai untuk memproduksi timah. Stannite mengandung sekitar 28% timah, 13% besi, 30% tembaga, dan 30% belerang. Stannite berwarna biru hingga abu-abu.
Cylindrite
Cylindrite merupakan mineral sulfonat yang mengandung timah, timbal, antimon, dan besi. Rumus mineral ini adalah Pb2Sn4FeSb2S14. Cylindrite membentuk kristal pinakoidal triklinik dimana biasanya berbentuk silinder atau tube dimana bentuk nyatanya adalah gulungan dari lembaran kristal ini. Warna cylindrite adalah abu-abu metalik dengan spesifik gravity 5,4. Pertama kali ditemukan di Bolivia pada tahun 1893.
Cara Memproduksi Timah
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0,8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0,015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan, adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam “floating tank” dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah.
Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite.
Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO, CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite membentuk timah dan karbondioksida. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99,8%.
Sifat Timah
Sifat Fisika
  • Fasa                             : padatan
  • Densitas                       : 7,365 g/cm3 (Sn putih) 5,769 g/cm3 (Sn abu-abu)
  • Titik didih                     : 231,93 C
  • Titik didih                     : 2602 C
  • Panas fusi                     : 7,03 kJ/mol
  • Kalor jenis                    : 27,112 J/molK
Sifat Kimia
  • Bilangan oksidasi          : 4,2, -4
  • Nomor atom                 : 50
  • Nomor massa               : 118,71
  • Elektronegatifitas          : 1,96 (skala pauli)
  • Energi ionisasi 1            : 708,6 kJ/mol
  • Energi ionisasi 2            : 1411,8 kJ/mol
  • Energi ionisasi 3            : 2943,0 kJ/mol
  • Jari-jari atom                : 140 pm
  • Jari-jari ikatan kovalen: 139 pm
  • Jari-jari van der waals   : 217 pm
  • Struktur kristal  : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu)
  • Konduktifitas termal      : 66,8 W/mK
  • Timah merupakan logam lunah, fleksibel, dan warnanya abu-abu metalik. Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh. Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam. Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan.
  • Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2.
  • Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. Timah alfa biasa disebut timah abu-abu dan stabil dibawah suhu 13,2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond.  Sedangkan timah beta berwarna putih  dan bersifat logam, stabil pada suhu tinggi, dan bersifat sebagai konduktor.
  • Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organic seperti asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.
  • Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas.
  • Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida.
  • Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.
Manfaat Unsur Timah
Data pada tahun 2006 menunjukkan bahwa logam timah banyak dipergunakan untuk solder(52%), industri plating (16%), untuk bahan dasar kimia (13%), kuningan & perunggu (5,5%), industri gelas (2%), dan berbagai macam aplikasi lain (11%).
Logam Timah dan Paduannya
Logam timah banyak manfaatnya baik digunakan secara tunggal maupun sebagai paduan logam (alloy) dengan logam yang lain terutama dengan logam tembaga. Logam timah juga sering dipakai sebagai container dalam berbagai macam industri. Contoh-contoh paduan antara tembaga dan timah adalah:
  • Pewter, merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga, antimony, bismuth, dan timbale. Banyak dipakai untuk vas, peralatan ornament rumah, atau peralatan rumah tangga.
  • Bronze adalah paduan logam timah dengan tembaga dengan kandungan timah sekitar 12%.
  • Fosfor Bronze adalah paduan bronze yang ditambahkan unsur fosfor.
Plating
Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng, timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi. Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi kaleng kemasan makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.
Superkonduktor
Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3,72 K. Superkonduktor dari timah merupakan superkonduktor pertama yang banyak diteliti oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah yang banyak dipakai adalah Nb3Sn.
Solder
Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. Timah dipakai dalam bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan komposisi yang umum untuk solder. Solder banyak digunakan untuk menyambung pipa atau alat elektronik
Pembuatan Senyawa Organotin
Senyawa organoti merupakan senyawa kimia yang terdiri dari timah (Sn) dengan hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn. Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa organometalik. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis senyawa organic, sebagai biosida, sebagai pengawet kayu, sebagai stabilisator panas, dan lain sebagainya.
Pembuatan Senyawaan Kimia Untuk Berbagai Keperluan
Logam timah juga dipakai untuk membuat berbagai maca senyawaan kimia. Salah satu senyawa kimia yang sangat penting adalah SnO2 dimana dipakai untuk resistor dan dielektrik, dan digunakan untuk membuat berbagai macam garam timah. Senyawa SnF2 merupakan aditif yang banyak ditambahkan pada pasta gigi. Senyaan timah, tembaga, barium, kalsium dipakai untuk pembuatan kapasitor. Dan tentu saja senyawaan kimia juga sering dipakai untuk pembuatan katalis.
Senyawaan Timah
Senyawaan timah yang penting adalah organotin, SnO2, Stanat, timah klorida, timah hidrida, dan timah sulfide.
Senyawaan Organotin
Seperti yang telah dijelaskan diatas senyawa organotin adalah senyawa yang dibangun dari timah dan substituen hidrokarbon sehingga terdapat ikatan C-Sn. Contoh beberapa senyawa organotin ini adalah:
  • Tetrabutiltimah, dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di- dan tributil.
  • Dialkil atau monoalkil-timah, dipakai sebagai stabilisator panas dalam pembuatan PVC.
  • Tributil-Timah oksida, dipakai untuk pengawetan kayu.
  • Trifenil-Timah asetat, merupakan kristal putih yang dipakai untuk insektisida dan fungisida.
  • Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida
  • Trimetil-timah klorida, dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa organic.
  • Trifenil-timah hidroksida, untuk fungisida dan engontrol serangga.
  • dll
Senyawa organotin dibuat dari reagen Grignard dengan timahtetraklorida. Metode yang lain adalah dengan menggunakan reaksi Wurtz seperti senyawaan alkil natrium dengan tmah halide ataupun dengan menggunakan reaksi pertukaran antara timah halide dengan senyawaan organo-aluminium.
Timah Oksida
Merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia SnO2. Oksida timah ini merupakan oksida timah yang paling penting dalam pebuatan logam timah. SnO2 memiliki struktur kristal rutile dimana setiap 1 atom Sn berkoordinasi dengan 6 atom oksigen. SnO2 tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam asam dan basa kuat. SnO2 larut dalam asam halide membentuk heksahalostanat seperti:
SnO2 + 6HI  ->  H2SnI6 + 2 H2O
Atau jika dilarutkan dalam asam maka:
SnO2 + 6 H2SO4 -> Sn(SO4)2 + 2 H2O
SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. SnO2 digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi senyawa aromatic, dipakai sebagai pelapis, ataupun sebagai bahan pembuatan organotin.
Timah(II) Klorida
SnCl2 berupa padatan kristal berwarna putih, dapat membentuk dihidrat yang stabil. SnCl2 dipakai sebagai reduktor dalam larutan asam, dan juga dalam cairan electroplating. SnCl2 dibuat dengan cara reaksi gas HCl kering dengan logam Sn.
Sn + 2HCl  ->  SnCl2  + H2
SnCl2 memiliki satu pasangan electron bebas. Dalam bentuk fasa gas maka molekul SnCl2 berbentuk bengkok, sedangkan pada bentuk padatan SnCl2 membentuk rantai yang saling terhubung dengan jembatan klorida. Selain dipakai sebagai reduktor SnCl2 juga dipakai sebagai katalis, reagen analisis untuk raksa, dan juga dipakai sebagai aditif makanan untuk mempertahankan warna dan sebagai antioksidan.
Timah(IV) Klorida
Disebut juga stani klorida atau timah tetraklorida merupakan senyawaan kimia dengan rumus SnCl4. Pada suhu kamar SnCl4 ini merupakan cairan yang tidak berwarna dan akan membentuk kabut jika terjadi kontak dengan udara. SnCl4 dipergunakan sebagai senjata kimia dalam perang dunia ke-1, dipakai untuk memperkuat gelas, dan sebagai bahan dasar pembuatan organotin.
Timah Sulfida
Senyawaan timah dengan belerang terdapat sebagai SnS yaitu timah(II)sulfide dan ada dialam sebagai mineral herzenbergite. Pebuatan SnS adalah dibuat dengan mereaksikan belerang, SnCl2 dan H2S.
Sn + S -> SnS
SnCl2 + H2S -> SnS + 2HCl
Sedangkan timah(IV) sulfide memiliki rumus SnS2 dan terdapat dialam sebagai mineral berndtite. Senyawa ini mengendap sebagai padatan berwarna coklat dengan penambahan H2S pada larutan senyawa timah(IV) dan banyak dipakai sebagai ornament dekoratif karena warnanya mirip emas.
Timah Hidrida
Hidrida dari timah disebut sebagai stannan dan rumus formulanya adalah SnH4. Hidrida timah ini dapat dibuat dengan cara mereaksikan antara SnCl4 dengan LiAlH4. Stannan terdekomposisi secara lambat menghasilkan loga timah dan gas hydrogen. Hidrida timah ini sangat analog dengan gas metana CH4.
Stanat
Dalam ilmu kimia stanat berkoporasi dengan senyawaan:
Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO44- contoh senyawaannya adalah K4SnO4 atau Mg2SnO4.
Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3 yaitu campuran oksida atau polimerik anoin.
Perlu dicatat bahwa asam stanit yang merupakan precursor stanat sebenarnya tidak terdapat dialam dan ini sebenarnya merupakan hidrat dari SnO2. Istilah stanat juga dipakai untuk sufiks penamaan senyawa misalnya SnCl62- hesaklorostanat.
Selengkapnya...

 

Make Our Dreams Come True Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates